"Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, dan sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang menaklukkannya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu" (HR.Ahmad).
Istanbul merupakan kota yang terletak di antara dua benua, kota ini telah menjadi kota penting dunia sejak zaman dahulu, kota yang dulunya bernama Konstantinopel memiliki posisi yang istimewa dalam peta internasional. Sehingga seorang panglima dari Prancis yang bernama Napoleon Bonaparte pernah mengatakan "Andaikan dunia adalah satu kerajaan besar, maka konstatinopel adalah kota yang paling pantas untuk menjadi ibukota nya".
Sisi Eropa kota ini pertama kali didirikan oleh Yunani kuno pada 660 SM. Kemudian pada tahun 330 M, Kaisar Romawi Bizantium Konstantin membangun kembali kota ini dan menjadikannya sebagai ibu kota. Sejak saat itu, Konstantinopel menjadi kota terbesar didunia dan sekaligus yang paling penting dan sepanjang sejarah, kota ini selalu menjadi perebutan berbagai imperium besar.
Konstantinopel juga salah satu kota yang dinubuatkan oleh Rasulullah saw. akan ditaklukkan oleh kaum muslimin. bahkan secara khusus Rasulullah saw. menyebut bahwa pemimpin yang menaklukkan kota ini adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan nya adalah sebaik-baik pasukan. Karena itulah para Khalifah dan pemimpin kaum muslimin seolah berlomba-lomba dan berusaha untuk menaklukkannya dengan harapan agar mereka dapat menjadi bagian dari apa yang di nubuatkan Rasulullah saw. dalam Hadist nya.
Upaya penaklukkan sudah dimulai sejak tahun 44 Hijriah. Pada Masa Mu'awiyah bin Abi Sufyan, sahabat Rasulullah dan pemimpin Bani Ummayyah. akan tetapi serangan itu belum berhasil menjatuhkan ibukota Romawi. Berbagai usaha setelahnya juga berakhir dengan kegagalan.
Barulah sekitar 800 tahun kemudian, melalui tangan seorang pemimpin muda, Khalifah Turki Utsmani, Muhammad ke II. Kota bersejarah itu berhasil ditaklukkan, sehingga beliau diberi julukan Muhammad Al-Fatih atau Muhammad sang Penakluk.
Sejak saat itu Konstantinopel diubah namanya menjadi Istanbul yang saat ini menjadi bagian dari negara Turki modern. Bangsa Turki melalui Dinasty Utsmaniyah pernah menjadi pemimpin peradaban umat Islam selama hampir 700 tahun. Menghadang kekuatan Eropa dan menjadi penjaga tanah suci ummat Islam. Peran ini kemudian melemah seiring waktu dan berbagai permasalahan internal dan eksternal melanda Turki Utsmani. Puncaknya, Institusi Khilafa Turki Utsmani resmi dibubarkan pada tahun 1924.
Negara Turki menjelma menjadi negara sekuler ekstrim yang mengharamkan kehidupan beragama di wilayah publik. Namun saat ini, Turki telah kembali ke jati dirinya sebagai Negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Sekolah-sekolah agama dan pengajaran Al-Qur'an kembali dibuka, Hijab juga telah di persilahkan disekolah dan lembaga Negara. Perlahan namun pasti Turki era baru sedang menapaki jalan kejayaannya. Turki kini menjadi salah satu Negara dengan ekonomi dan militer terkuat didunia dan membuat negara tetangga berpaling heran terutama Israel.
Baca Juga Penciptaan Nur Muhammad saw
Baca Juga Malaikat-Malaikat Allah swt
Siapakah Muhammad Al-Fatih?
Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu adalah pusat kota pemerintahan Dinasty Turky Utsmani. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah dan hidup di masa setelahnya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan perang Salib) 1137 -1193 M.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang.
Walaupun usianya masih sangat muda, sang ayah, mengamati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan agar Sultan Muhammad cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.
Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.
Sultan Muhammad II Wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/ 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad II berusia 52 tahun dan telah memerintah selama 31 tahun. Sebelum wafat Sultan Muhammad II mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para Ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat dan kerajaan.
Wallahu a'lam bishawab
No comments:
Post a Comment