Sunday, 4 October 2015

5 Cara Hilangkan Jenuh Dalam Bekerja

Assalamu'alaikum

Pernahkah anda merasa jenuh atau lelah dengan pekerjaan anda saat ini, adalah wajar jika anda sebagai karyawan kantoran, banyak penyebab mengapa anda merasa pekerjaan anda terasa membosankan, diantaranya adalah kegiatan yang monoton, karena rata-rata karyawan kantor jam kerjanya adalah dari jam 08 pagi sampai jam 5 sore.

Dalam tulisan ini saya akan mencoba membagi tips bagaimana cara mengatasi kejenuhan dalam bekerja. 

1. Selalu Bersyukur 

Mengapa selalu bersyukur? anda bisa lihat diluar sana sangat banyak orang yang sedang mencari pekerjaan, persaingan semakin ketat, setiap tahun ribuan mahasiswa menjadi sarjana sedangkan lapangan pekerjaan semakin sempit. Dengan berpikir demikian anda akan merasa anda adalah orang yang sangat beruntung karena sudah mendapatkan pekerjaan dan tidak menjadi pengangguran. Jadi sudah sepatutnya bersyukur dengan apa yang anda dapatkan sekarang dan terus mengembangkan potensi diri untuk persaingan didepan.

Tuesday, 29 September 2015

Kisah Profesor dan Mahasiswa

Seorang Profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"
Para Mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.
Suhu -460 degree Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak boleh bertindak pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.
Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tidak boleh.
Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tidak boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.
Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..
Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita..
Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA.

KEMULIAAN DAN KEAGUNGAN IMAM SYAFII

Assalamu'alaikum

Rabi’ bin Sulaiman al-Muradi (murid Imam Syafii) berkata: “Suatu hari aku bermimpi melihat Nabi Adam meninggal dunia. Lalu aku menanyakan takwil dari mimpi tersebut. Seseorang berkata: “Itu tanda kematian seorang yang paling pandai di dunia, karena Allah mengajarkan semua hal kepada Nabi Adam.” Tidak lama setelah itu, Imam Syafii pun wafat.”

Pada malam wafatnya Imam Syafii tersebut, ada juga seseorang yang bermimpi melihat Nabi SAW wafat. (Kedua kisah ini disebutkan Nawawi dalam Mukadimah al-Majmu’).

Dalam kitab Nasyrul Mahasin karya Imam al-Yafi’i, disebutkan bahwa Rabi’ bin Sulaiman berkata: “Setelah wafatnya Imam Syafii, aku bermimpi bertemu beliau. Aku bertanya kepadanya: “Wahai Abu Abdillah, apa yang Allah berikan padamu?” Syafii menjawab: “Allah mendudukanku di sebuah kursi dari emas dan menaburkan mutiara-mutiara basah kepadaku.”

Syaikh Abu Ishak asy-Syairazi (salah seorang ulama besar mazhab Syafii) radhiyallahu ‘anhu bermimpi bertemu Syafii sedang memakai pakaian berwarna putih dan mahkota di kepalanya. Lalu ada yang bertanya padanya: “Apa maksud baju putih ini?” Syafii menjawab: “Kemuliaan karena taat.” Beliau ditanya lagi: “Lalu mahkota ini?” Beliau menjawab: “Ketinggian karena ilmu.”

(SUMBER: KITAB AL-MANHAJ AS-SAWIY karangan AL-HABIB ZEN BIN IBRAHIM BIN SMITH –hafizhahullah wa ra’aah).

Catatan: Para ulama sepakat bahwa mimpi tidak dapat dijadikan dasar hukum syariat untuk masalah-masalah di dunia. Tetapi bisa dijadikan dalil isti’nas (dalil tambahan/penguat) dalam melakukan sesuatu bagi pribadi seseorang yang bermimpi atau orang lain yang meyakini kebenaran mimpi itu.